Contoh Esai PPG Prajabatan


Disclaimer :

1. Esai ini merupakan esai saya ketika mendaftar PPG Prajabatan gelombang 1 pada tahun 2022. Tujuan saya mengunggah sebagai arsip tulisan yang saya buat. 

2. Jadikan ini sebagai referensi, bukan untuk diikuti secara total. Dan ingat seleksi PPG Prajabatan untuk esai menggunakan tes anti-plagiat. Jangan sampai tulisan esai teman-teman tidak original karya sendiri.

3. Esai tiap orang akan berbeda karena berhubungan dengan pengalaman pribadi.


Esai Daftar PPG Prajabatan


A. Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru? Apa yang Anda lakukan untuk mewujudkan motivasi tersebut?

A.1. Tantangan apa yang Anda hadapi dalam mewujudkan motivasi tersebut? Bagaimana Anda mengatasinya?

Saya merupakan tipe orang yang suka belajar dan terus belajar. Hal tersebut sesuai dengan prinsip yang saya pegang yaitu 'Belajar sepanjang hayat'. Pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki selalu saya usahakan untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Sebab pengetahuan tanpa praktik, tidak akan ada gunanya. Dan juga dengan praktek dan pengaplikasian, maka kita akan memperoleh tambahan pengetahuan. 

Kemudian tingkatan selanjutnya dari proses belajar yaitu mengajarkan kepada orang lain. Dengan mengajar maka ilmu yang dimiliki akan semakin dalam. Hal tersebut akan semakin memotivasi kita juga untuk terus mengembangkan ilmu. 

Selanjutnya hal yang paling utama dengan mengajar maka ilmu pengetahuan tidak akan berhenti di kita. Tetapi akan diteruskan kepada generasi selanjutnya dan terus mengalami perkembangan. Peserta didik akan memiliki bekal dengan ilmu tersebut. Yang nantinya akan bisa digunakan untuk menyambung hidup. Hingga hasil akhirnya dapat berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia. 

Untuk itu saat ini saya sering terlibat dalam kegiatan relawan pendidikan. Baik mengajar di daerah pelosok, pulau pelosok maupun anak-anak di kota. Mengajar membuat saya bertemu dengan berbagai macam karakter. Walau ilmu yang dibagi itu tidak seberapa, setidaknya dapat berbagi motivasi kepada mereka untuk terus belajar dan berkarya. Hingga akhirnya dapat membangun dirinya sendiri, keluarganya, lingkungannya, hingga membangun bangsanya. 

Dengan mengikuti PPG prajabatan, saya berharap kontribusi saya untuk dunia pendidikan Indonesia dapat semakin terbuka lebar. 


A.2. Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!

Kelebihan yang saya punya terkhusus untuk menjadi guru Fisika yaitu saya memahami teori fisika dengan baik. Mengerjakan soal fisika SMA dengan berbasis konsep, sehingga bukan hanya berdasarkan hapalan rumus saja. 

Dan yang paling penting guru harus bisa menguasai pengaplikasian bidang fisika dalam dunia nyata. Setidaknya peserta didik tidak menganggap guru yang berada dihadapannya hanya bermodalkan teori saja. Untuk itu saya berusaha untuk mendalami salah satu pengaplikasian ilmu fisika dibidang Teknik Pendingin dan Tata Udara. 

Dengan sedikit ilmu tentang mesin pendingin (AC, kulkas dan chiller) membuat saya yakin ilmu fisika yang saya ajarkan benar-benar merupakan ilmu yang bermanfaat. Saya berharap kedepannya apabila diberikan kesempatan menjadi guru, maka laboratorium akan menjadi salah satu prioritas untuk saya majukan di sekolah. 

Selain itu kelebihan lainnya, yaitu menyangkut dengan kehidupan sosial. Seperti yang sudah dijelaskan diawal bahwa saya sangat senang mengajar dan berbagi ilmu. Memberdayakan orang lain sehingga bisa mandiri merupakan suatu impian saya. 

Kelebihan yang keempat yang menurut saya berpengaruh ke profesi guru yaitu minat menulis dan membaca. Saya lumayan suka untuk menulis dan mengabadikan beberapa pandangan saya kedalam bentuk tulisan. Saya memiliki pengalaman bekerja paruh waktu sebagai penulis berita online yang kredibel. Untuk kedepannya saya juga berharap bisa untuk membuat bahan ajar (buku fisika) sendiri. 

A.3. Bagaimana hasilnya?

Dengan berbagai kegiatan yang saya ikuti, baik ketika berprofesi sebagai guru maupun pada saat jadi relawan. Sedikit banyak nya berpengaruh ke kehidupan peserta didik yang saya ajar. Dari sisi kognitif tentu akan meningkatkan kemampuan mereka dan juga menjadi bekal untuk lanjut ke jenjang pendidikan lebih tinggi. 

Selanjutnya hasil untuk saya sebagai pribadi yaitu motivasi belajar saya terus bertumbuh. Sehingga tidak ada istilah untuk berhenti belajar. Apalagi di jaman yang serba canggih ini, sudah banyak sumber ilmu yang mudah diakses dan murah untuk semua kalangan. 

Melihat perkembangan anak yang juga bertumbuh membuat kita sebagai guru juga berkeinginan untuk terus maju. Sehingga anak didik kita bisa diajar dan dididik oleh guru yang benar-benar berkompeten.

B. Ceritakan pengalaman ketika Anda perlu mempelajari hal-hal baru untuk meningkatkan performa. Hal-hal baru apa yang Anda pelajari?

B.1. Bagaimana cara Anda mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan/dikembangkan?Mengapa Anda merasa perlu meningkatkan/mengembangkan area tersebut? (100 kata)

Terus belajar hal baru merupakan suatu keharusan bagi seorang guru. Perkembangan teknologi dan kehidupan sosial yang begitu cepat membuat hal ini menjadi begitu penting. Sehingga dapat beriringan dengan kebutuhan peserta didik yang terus berubah seiring jaman. 

Selain itu terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan kerelawanan dapat membuka mata kita terhadap permasalahan di sekitar kita. Tidak ada manusia yang sempurna sejak awal. Apa yang dimiliki oleh orang-orang hebat di dunia. Semuanya butuh proses yang tidak mudah.

Dengan demikian kita sebagai manusia dapat menjadi pribadi yang aktif dan turut serta dalam membangun perubahan. Baik untuk kebaikan diri sendiri maupun kemajuan bangsa dan negara. 

B.2. Tindakan apa saja yang Anda lakukan untuk mengembangkan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan atau berbeda yang Anda lakukan dalam proses pengembangan? Berikan contoh yang spesifik! (150 kata)

Saya merupakan pribadi yang gemar belajar. Namun hal itu menjadi sebuah kekurangan karena saya tidak fokus pada satu bidang. Setelah menyadari hal tersebut saya pun memilah bagian- bagian yang perlu saya pahami untuk menunjang karir saya kedepannya.

Sebagai seorang yang berlatar belakang fisika, maka saya menyukai hal-hal yang berbau teknologi. Saya pun berusaha meningkatkan skill saya dibidang tersebut, dalam hal ini sekarang saya tengah mempelajari ilmu teknik pendingin. Jika dulu saat kuliah, kita hanya dipertemukan dengan teori dan rumus, namun sedikit praktek. Maka disini saya dituntut untuk terjun secara langsung. 

Kebiasaan-kebiasaan lain yang saya lakukan untuk mengembangkan diri saya yaitu ikut ke kegiatan relawan dan sosial. Disana kita akan berbagai tugas dengan orang lain. Kadangkala tugas tersebut akan di tukar dengan tugas lain. Dengan demikian maka wawasan kita akan terus bertambah. Dan hal tersebut sangat penting bagi seorang guru. 

Selain itu terjun kedunia profesional merupakan cara tersendiri untuk mengembangkan diri. Dengan menjadi seorang profesional maka ilmu kita akan teruji oleh pekerjaan.

B.3. Apa tantangan atau kesulitan yang Anda hadapi dalam proses pengembangan diri tersebut? Bagaimana Anda mengatasinya? (100 kata)

Tantangan terbesar dari seorang pembelajar adalah mendapatkan seorang guru yang sesuai dan meluangkan waktu untuk itu. 

Saat ini sumber ilmu telah banyak, baik secara digital maupun para praktisi. Ataupun eksperimen diri sendiri pun dapat menjadi sumber ilmu baru. 

Namun yang begitu sulit adalah memiliki waktu luang untuk belajar. Apalagi disaat usia yang semakin matang dan juga tuntutan hidup yang semakin besar. Membuat kita harus benar-benar bisa membagi waktu. 

Biasanya saya berusaha untuk meluangkan waktu mempelajari hal baru. Dan tiap hari harus ada sesuatu yang berkembang dari saya. 

Selain itu lingkungan pertemanan juga sangat berpengaruh dengan motivasi pribadi. Dengan bergaul dengan orang-orang hebat, maka banyak sedikitnya akan tersebar ke kita juga. Makanya saya selalu berusaha untuk bertemu dengan orang-orang hebat. 

B.4. Apa hasil yang Anda peroleh/rasakan dengan mengembangkan perilaku tersebut?Bagaimana Anda menerapkannya dalam peran Anda? (50 kata)

Saya memiliki motivasi yang kuat untuk terus belajar. Selain itu saat kita memiliki ilmu yang cukup. Maka kita dengan mudah berbagi dengan orang lain. Biasanya saya orang suka berbagi termasuk dengan ilmu. 

Kemudian saat berbagi ilmu inilah, maka membuat pengetahuan dalam diri akan terus bertambah. Dan akan menjadi kesyukuran tersendiri bagi orang-orang yang suka mengajar dan berbagi.

C. Terkadang kita diminta untuk melakukan sesuatu yang menurut kita tidak sesuai dengan nilai, etika, pedoman kerja, ataupun aturan yang berlaku. 

C.1. Ceritakan satu pengalaman Anda terkait situasi tersebut. Jelaskan secara detail! (100 kata)

Integritas merupakan salah satu hal mendasar yang harus dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Jika hal ini sudah tertanam kuat maka yakin saja kedepannya, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar. 

Dalam kegiatan administrasi suatu organisasi, biasa akan ada penandatanganan surat. Namun terkadang saat surat tersebut dibutuhkan sesegera mungkin. Namun pemangku jabatan organisasinya sedang tidak ada ditempat. 

Kondisi seperti ini membuat pengurus organisasi dilema antara mau memalsukan tanda tangan atau berusaha menghadirkan pemangku kepentingan tersebut. 

Saat semua kebutuhan administrasi diperlukan, maka seharusnya sudah beres sedari awal. Jangan sampai mengganggu kerja-kerja teknis selanjutnya. Untuk itu perlu dilakukan pengambilan keputusan yang matang namun tetap sesuai dengan koridor aturan yang berlaku. 

C.2. Tindakan apa yang Anda lakukan dan mengapa hal tersebut Anda lakukan? (100 kata)

Ketika mendapatkan kondisi tersebut, maka saya pribadi akan berusaha untuk mendapatkan tanda tangan secara legal. Sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Apalagi hal ini menyangkut dengan integritas kita sebagai punggawa organisasi. 

Konsekuensi yang ditanggung pasti ada, namun hal tersebut harus menjadi pembelajaran untuk mengatur kegiatan dengan baik. Manajemen kegiatan perlu dievaluasi agar tidak muncul kesalahan kecil yang menghambat. 

Kedepannya ketika menjadi guru, harus demikian. Menunjukkan integritas dihadapan para peserta didik sehingga menjadi contoh teladan. 

Jangan sampai hal-hal sepeleh dapat menurunkan harkat dan martabat bagi seorang guru. Sehingga tujuan akhir yang dicapai adalah terbentuknya sistem pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan.

C.3. Bagaimana hasilnya ? (50 kata)

Apabila kita berkomitmen untuk menjalankan prinsip integritas dalam hidup kita. Maka hal yang didapatkan adalah kepuasan tersendiri dan ketenangan jiwa. Selain itu tugas yang diberikan pun dapat terlaksana dengan baik. Yang tentunya tanpa didasari dengan kecurangan.

Selain itu tanpa disadari, segala kebaikan yang dilakukan tentu akan mendapatkan balasan kebaikan pula. Sehingga berbuat baiklah tanpa perlu alasan.

D. Ceritakan secara spesifik situasi pengalaman Anda saat bekerja sama dengan orang lain yang memiliki beragam perbedaan, seperti budaya, cara pandang, latar belakang, pendidikan, cara berpikir, dll

D.1. Ceritakan secara spesifik situasinya? Apa tujuan dari kerjasama yang terjadi?Keberagaman seperti apa yang Anda hadapi? (100 kata)

Saya merupakan tipe orang yang sedikit introvert sehingga tidak mudah bergaul dengan orang lain. Sifat pendiam saya juga membuat untuk jarang memulai obrolan dengan orang baru apabila tidak memiliki tujuan yang jelas. 

Untuk menutupi hal tersebut sehingga saya memutuskan untuk aktif kedalam kegiatan- kegiatan relawan, komunitas, pelatihan dan sejenisnya. Melalui aktivitas itu saya bisa menutupi kekurangan saya dan mendapatkan banyak teman baru. 

Kegiatan kelompok tersebut lalu menuntut kita untuk bekerjasama dengan berbagai macam karakter dan sifat. Ada yang cocok dengan karakter kita namun ada juga yang sangat sulit untuk disatukan. 

Namun karena kita berada dalam satu tim, maka ego-ego pribadi harus dihilangkan. Demi terlaksananya program kerja yang dijalankan. 

Biasanya saya akan mencoba mengakrabkan diri dengan beberapa orang yang bisa diajak menjadi teman dekat. Dengan keakraban itu maka besar kemungkinan untuk seluruh anggota tim menjadi lebih kompak.

D.2. Langkah-langkah apa yang Anda lakukan untuk mencapai tujuan kerja sama? Bagaimana Anda memastikan langkah-langkah tesebut sudah sesuai dengan kebutuhan semua pihak? (100 kata)

Untuk mencapai tujuan dari kerjasama yang dilakukan. Biasanya saya mulai mengakrabkan diri dengan tim kerja yang dimiliki. Dengan terbangunnya ikatan emosional maka memudahkan kita untuk saling berkomunikasi lebih lanjut. 

Selanjutnya sebisa mungkin melakukan pertemuan secara offline. Namun jika tidak memungkinkan maka cukup dengan online. Apalagi jaman sekarang sudah mengakomodir pertemuan secara virtual.

Kemudian lakukan pembagian tugas secara merata ke seluruh tim kerja. Sebisa mungkin tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan atau minat dari rekan tim. 

Apabila rekan tim mendapatkan kesulitan maka seyogyanya dicari solusinya secara bersama-sama. 

Setelah itu, lakukan evaluasi secara rutin baik ketika masih dalam proses kegiatan maupun pasca kegiatan. Hal tersebut untuk memastikan setiap kekurangan dapat menjadi pelajaran di kemudian hari. 

Dan yang terakhir sebisa mungkin untuk membawa perasaan pribadi atau masalah pribadi kedalam tim kerja. Hal ini dapat mengurangi profesional kerja diantara rekan- rekan kerja. 

D.3. Apa hasil yang Anda capai saat itu? Adakah komentar atau respon lingkungan (mis. rekan sejawat ataupun pihak lain) terhadap tindakan Anda? Bagaimana dampaknya terhadap kerja sama tersebut? (100 kata)

Dengan profesional mengelola suatu tim kerja, tentu akan berdampak pada keberhasilan suatu kegiatan yang dibuat. Sasaran kegiatan dapat tercapai secara maksimal sehingga dapat memberikan kontribusi positif. Baik ke masyarakat luas maupun ke penyelenggara. 

Dalam melakukan kegiatan, maka yang paling penting adalah pengalaman dan ilmu yang didapatkan. Selama bekerja dengan orang lain, sebisa mungkin kita meningkatkan kemampuan diri kita sendiri. Baik softskill maupun hardskill. 

Dengan demikian, maka tentu setiap orang dalam tim akan terus menambah kapasitas pribadinya. Sehingga pada kegiatan selanjutnya akan lebih baik lagi dalam mengelolanya. Dan juga hubungan emosional antar sesama anggota tim dapat terjalin dengan baik. Sehingga kedepannya dapat menjadi rekan yang tentunya saling membantu. 

E. Ceritakan salah satu pengalaman Anda saat mengembangkan kemampuan dan keterampilan dari orang lain (contoh : anak didik, rekan sejawat, anggota komunitas/organisasi). 

E.1. Seperti apa situasinya pada saat itu? Siapa yang Anda kembangkan? Mengapa pengembangan itu diperlukan? (50 kata)

Salah satu pengalaman saya dalam mengembangkan orang lain yaitu ketika berada di daerah pulau pelosok pada Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada saat itu kami mengikuti salah satu kegiatan pengabdian melalui salah satu komunitas peduli pendidikan. 

Kondisi pulau kecil yang kami datangi masih tergolong belum maju sebagaimana daerah-daerah lain. Disana hanya ada satu sekolah dasar, sedangkan untuk tingkatan SMP, hanya memiliki kelas jauh. Artinya anak-anak pulau harud ke pulau lain untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. 

E.2. Apa yang menjadi fokus pada pengembangan? Bagaimana cara Anda membangun kesepakatan untuk mencapai hasil yang diharapkan? (100 kata)

Fokus pengembangan kami pada anak-anak usia SD di lingkungan tersebut. Saat itu kami membagi diri menjadi beberapa divisi yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. 

Pada divisi pendidikan, anak-anak diberi tambahan pelajaran mengenai baca tulis dan hitung sesuai dengan tingkatan kelasnya. 

Selanjutnya pada divisi kesehatan, mereka diajar untuk menjaga kesehatan sejak dini. Terutama cara mencuci tangan dan sikat gigi dengan baik dan benar. 

Serta pada divisi lingkungan, mereka diberi bekal mengenai cara menjaga lingkungan. Agar tidak mencemari lingkungan sekitar maupun laut. 

Yang paling penting dari pengembangan anak yaitu bagaimana meningkatkan motivasi mereka untuk terus belajar dan bersekolah. Sebab dengan cara itu, masa depan dapat lebih baik dari sebelumnya.

E.3. Langkah-langkah apa yang Anda ambil untuk pengembangan tersebut? Apa hambatan yang Anda temui dan bagaimana cara mengatasinya? Apa yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi dari orang tersebut? (150 kata)

Dalam mengembangkan orang lain hal yang pertama yang perlu diketahui yaitu keadaan dari peserta didik. Bagaimana kondisi lingkungannya, tingkat kemampuan ilmu yang dimiliki dan karakternya. 

Dengan mengetahui itu semua maka langkah selanjutnya adalah merumuskan metode yang akan digunakan. Konten pelajaran apa yang diberikan. Dan siapa yang akan memberikan pengajaran. 

Apabila persiapan telah selesai dengan sempurna. Maka selanjutnya adalah terjun langsung ke lapangan. Di lapangan langkah awal ada membangun hubungan emosional antara peserta dengan pematerinya. 

Langkah awal ini sangat penting mengingat keberhasilan langkah selanjutnya dipengaruhi oleh kedekatan antara peserta dengan pemateri. 

Pada saat proses pengembangannya, lakukan dengan menyenangkan. Buat peserta untuk sukarela belajar. Tumbuhkan motivasi belajarnya. Sebab proses belajar itu harus dilakukan dengan sukarela tanpa paksaan. 

Dan hal terakhir yaitu melakukan evaluasi terhadap setiap proses yang pernah dilakukan. Evaluasi itu penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang diperbuat. Agar proses pengembangan kedepannya dapat lebih baik lagi. Dan selanjutnya merumuskan strategi di hari berikutnya. 

E.4. Bagaimana hasil yang diperoleh dari upaya Anda membantu mereka? (50 kata)

Hasil yang didapatkan tentu berbeda di tiap peserta. Dan memang proses setiap orang akan berbeda. Yang penting setiap dari kita memiliki perkembangan dari hari sebelumnya. 

Proses ini tentu meningkatkan motivasi mereka untuk menjadi lebih baik kedepannya. 

Hal ini menjadi bekal awal untuk mengarungi tantangan kehidupan yang lebih tinggi. 

Sebab seyogyanya sumber ilmu ada banyak tempat, asalkan kita memiliki motivasi yang kuat untuk meraihnya. 

F. Ceritakan salah satu keputusan penting dalam suatu kegiatan baik di pekerjaan/organisasi/ komunitas/ perkuliahan yang pernah Anda ambil. 

F.1. Apa yang menyebabkan Anda harus mengambil keputusan tersebut? Apa peran Anda saat itu? (100 kata)

Dalam hidup tentu ada pelajaran yang dapat diambil. Setiap pilihan menimbulkan resiko yang harus diminimalisir. Keputusan yang salah harus dijadikan pelajaran untuk memahami pilihan hidup kedepannya.

Terkadang pilihan kita di masa lalu dapat menjadikan kita lebih bijak memaknai apa yang dimiliki. 

Keputusan penting yang pernah saya lakukan adalah ketika di awal tahun 2022 saya dihadapkan pada pilihan untuk mengikuti salah pelatihan yang diadakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan yang berdurasi cukup lama yakni 10 bulan. 

Ilmu dan kurikulum yang ditawarkan sangat menarik dan sesuai dengan passion saya. Namun saya juga dihadapkan pada pilihan untuk mencari pekerjaan yang layak mengingat usia yang cukup matang. 

Saat itu saya memilih untuk mengikuti pelatihan dan dari sana saya dapat memanfaatkan ilmunya untuk mencari uang. 

F.2. Bagaimana Anda mengidentifikasi dan memeroleh pemahaman yang lebih baik tentang permasalahan yang ada? (100 kata)

Dalam menghadapi masalah dan pilihan keputusan maka yang paling pertama dilakukan adalah mengidentifikasi sumber dari masalah tersebut. 

Memetakan semua kelebihan dan kekurangan dari pilihan yang akan dihadapi. Serta menganalisis segala potensi dan kekurangan kita. 

Apabila hal tersebut telah dilakukan dengan baik maka kita dapat memilah dan memilih jalan keputusan terbaik yang dapat diambil.

Selanjutnya mengidentifikasi pula kekuatan dari segala yang dimiliki diluar dari diri. Seperti ada berapa banyak jaringan yang dimiliki. Berapa banyak teman yang dapat dilibatkan. Serta bagaimana potensi masyarakat dan alam yang bisa didayagunakan.

Selanjutnya mengetes kembali kemampuan diri dengan memberikan tanggung jawab diberbagai kesempatan untuk melatih dan mengupgrade kecakapan personal. 

F.3. Apa saja yang menjadi pertimbangan Anda? Mengapa? Jelaskan proses atau langkah-langkah dalam mengambil keputusan tersebut! (150 kata)

Dalam mengambil keputusan tentu ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Seperti apa betul jalan yang diambil tersebut telah sesuai dengan passion diri. Atau keputusan yang dipilih sesuai dengan kemampuan kita dan yakin dirinya berkompeten di bidang tersebut. Atau kah hanya minat saja namun belum memiliki keahlian. 

Selama memiliki motivasi diri untuk memilih hal tersebut maka lakukanlah. Selama bisa berkomitmen untuk menuntaskan apa yang telah dimulai. Sebab tanggung jawab merupakan salah satu aspek penting dari manusia berintegritas. 

Selanjutnya pastikan apa yang dipilih merupakan sesuatu yang berharga baik untuk diri sendiri dan orang lain. Sebab percuma kalau kita memiliki suatu keahlian namun ternyata tidak ada orang yang membutuhkannya. Jadi pintar-pintarlah untuk memahami keadaan masyarakat yang ada di sekitar kita.

Selanjutnya yang terpenting lakukan apa yang telah menjadi janji dengan sebaik mungkin. Berikanlah kemampuan terbaik yang dipunya, jangan setengah hati untuk melakukan suatu kerjaan apapun itu. 

Dan hindari resiko yang memungkinkan menghambat kemajuan diri sendiri. 

F.4. Bagaimana hasil dari keputusan yang Anda ambil? (50 kata)

Keputusan yang pernah dibuat terkadang tidak sesuai dengan harapan yang ada. Kadang justru menimbulkan hal buruk. Tetapi hal tersebut tidak sepenuhnya merupakan hal negatif. Ketika kita mampu berpikiran positif maka hal tersebut dapat menjadi pengalaman hidup yang baik. 

Setiap hikmah dapat dipetik dari segala kejadian. Dan keputusan-keputusan saya dimasa lalu telah membentuk pola pikir yang ada pada diri saya saat ini. Dan saya yakin hal ini adalah terbaik untuk saya.

G. Ceritakan secara spesifik saat Anda dihadapkan dengan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan. 

G.1. Seperti apakah situasinya pada saat itu? Kapan situasi tersebut terjadi? (100 kata)

Saya sudah sering mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan kita mengerjakan dalam waktu yang bersamaan. Atau paling tidak memiliki deadline yang begitu dekat secara bersamaan. Dan hal ini ada yang karena kebiasaan menunda pekerjaan atau ada juga yang terjadi karena memang kondisi yang memaksa. 

Biasa kalau saya mendapat dua tugas yang harus diselesaikan, maka saya akan memberikan waktu lebih untuk menuntaskannya. Apalagi jika kedua hal tersebut sangat penting. Sehingga kita tidak mampu memilih untuk menuntaskan satu saja. 

Pada saat itu pastikan setiap kerjaan yang dimiliki memiliki rangcangan yang baik. Termasuk dengan waktu yang dimiliki tiap orang. Sehingga tidak ada masalah konyol di kemudian hari. 

G.2. Apa yang Anda lakukan dalam mengatur tugas-tugas tersebut? Bagaimana Anda memastikan tugas-tugas tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan? (100 kata)

Tugas yang dimiliki harus dibagi kedalam beberapa skala prioritas untuk mengelompokkannya. Lalu buatkan jadwal pengerjaan sehingga lebih tertata. Saat ini sudah banyak software bantu untuk menjadwalkan tugas baik melalui HP maupun laptop. 

Kerjakan tugas dengan efisien dan efektif melalui perangkat bantu yang berkualitas. Hal ini dapat menghilangkan gangguan-gangguan yang bisa mengurangi produktifitas kerja. Gangguan tersebut dapat berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar diri. 

Selalu buat pengingat tugas, bisa ditempel di dinding maupun di layar Hp agar lebih mudah dijangkau oleh mata. 

Berikan motivasi diri untuk mengerjakan tugas yang tentu dapat mengurangi beban dalam bekerja. Biasanya motivasi akan membuat kita merasa ringan melakukan sesuatu. 

G.3. Sumber daya apa yang Anda butuhkan dalam membantu penyelesaian tugas-tugas tersebut? Apa hambatan yang Anda temui dan bagaimana cara mengatasinya? (100 kata)

Dalam mengerjakan tugas maka sudah seyogyanya kita dibantu oleh beberapa alat sesuai dengan kebutuhan tugas tersebut. Misalnya saja menyangkut tugas-tugas Digital seperti menulis, desain dan sebagainya. Maka yang dibutuhkan adalah laptop atau minimal telpon genggam. 

Kemudian saya lebih suka menggunakan alat yang berkualitas agar lebih efisien dalam bekerja. Dari sisi software, sudah tentu saat ini sudah banyak pilihan yang dapat ditemukan dengan mudah. 

Saat ini saya juga menyukai kemudian akses pada perangkat. Maka saya menyukai mengerjakan tugas digital lewat HP, sebab lebih mudah untuk dibawa-bawa. Namun pada beberapa tugas berat, tentu masih membutuhkan laptop. 

Adapun hambatan yang dapat ditemui di Indonesia yaitu jaringan internet yang kadang masih juga bermasalah walaupun sangat banyak penawaran dari para operator seluler. Dan apabila tidak disiplin, godaan dari aplikasi game di HP dapat mengganggu.

G.4. Bagaimana hasilnya? (50 kata)

Hasil yang didapatkan apabila tugas terjadwal dengan baik akan sangat maksimal. Dimana kita dapat menyelesaikannya tepat waktu kemudian beralih lagi ke tugas lainnya.

Selain itu data, tugas kita dapat dengan mudah diakses dari mana saja baik melalui HP maupun laptop yang saling terkoneksi. Kemudian data yang tersimpan dapat lebih aman sehingga masih dapat dipelajari lagi dikemudian hari.




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis dan Review "A Whisker Away ", Pelarian dalam Wujud Kucing

Perlu Edukasi Ekstra dalam Menyadarkan Masyarakat Peduli Sampah (Review Kegiatan World Cleanup Day 2021)