Penanaman Mangrove 2800 Bibit Untuk Kelestarian Alam Pesisir Lantebung (Review Kegiatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021)

Sumpah pemuda merupakan salah satu momentum untuk membangkitkan semangat persatuan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah di masa lalu. Sebelumnya perlawanan terhadap penjajahan dilakukan secara kedaerahan. Dengan adanya sumpah pemuda, munculnya rasa kebersamaan dan senasib oleh seluruh bangsa Indonesia melawan penjajah, yang tentu semakin menguatkan perjuangan mengusir para penjajah.

Di masa modern ini, 93 tahun sejak sumpah pemuda pertama kali diikrarkan. Bangsa Indonesia sudah menikmati kemerdekaannya. Namun permasalahan kebangsaan masih  bertubi-bertubi menghantam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nah karena itu Bangsa Indonesia masih membutuhkan momen sumpah pemuda untuk memantik semangat jiwa muda dan persatuan para pemuda  Indonesia.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda dapat memunculkan semua bibit-bibit kreativitas para pemuda. Dan perlu disesuaikan dengan permasalahan terkini. Salah satu permasalahan besar yang dialami saat ini yaitu berkaitan dengan krisis iklim

 yang semakin nyata ancamannya. Dengan memanfaatkan momen sumpah Pemuda, pemuda makassar berkolaborasi melakukan kegiatan penanaman Mangrove. Kolaborasi yang terdiri dari Penjaga Laut, Econusa, Defending Paradise serta lebih dari 28 komunitas ditambah relawan individu turut menyukseskan kegiatan ini. Tepatnya di hari Kamis, 28 Oktober 2021 para relawan dengan semangat muda berkumpul dengan niat tulus.

Kegiatan kolaborasi ini bertemakan “Aksi Muda Jaga Iklim” mengadakan kegiatan penanaman Mangrove 2800 bibit yang juga dirangkaikan dengan pembacaan Sumpah Jaga Iklim yang dipimpin oleh Kodinator aksi , Adi Zulkarnain , serta panggung ekspresi. Kegiatan penanaman dilakukan serentak di 76 titik di seluruh Indonesia yang salah satunya di Kawasan Wisata Mangrove Lantebung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Kawasan wisata Lantebung merupakan ekosiwisata berlatar hutan mangrove. 

Kegiatan-kegiatan seperti ini sangat baik untuk terus dilakukan untuk menanamkan kepedulian generasi muda akan lingkungan. Salah satu isu yang cukup penting adalah hutan mangrove didaerah pesisir. Hutan mangrove tentu memiliki manfaat yang sangat besar bagi kelestarian daerah pesisir. Tetapi seringkali dianggap tidak menguntungkan bagi masyarakat. Sebab itu banyaknya pengalihan fungsi lahan menjadi ancaman tersendiri bagi ekosistem ini.

Konsep ekowisata seperti di Lantebung ini bisa menjadi solusi untuk mempertahankan lahan mangrove. Masyarakat sekitar akan langsung menikmati dampak  ekonominya dari kunjungan wisatawan. Dan tentu akan mengikut dampak positif lainnya seperti akan semakin melimpahnya hasil laut dari pesisir serta pelindung pantai dari bahaya abrasi.

Lokasi penanaman disini termasuk daerah yang berlumpur sehingga agak mudah untuk menanam bibitnya. Hingga tak terasa bibit sebanyak 2800 ludes dengan cepat oleh para relawan. Dimana kedalaman lumpurnya bisa mencapai betis orang dewasa. Namun yang menjadi tantangannya karena kita kesulitan untuk berjalan di genangan berlumpur tersebut. Ditambah dengan harusnya kaki berhati-hati dengan tajamnya tiram yang mengancam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis dan Review "A Whisker Away ", Pelarian dalam Wujud Kucing

Contoh Esai PPG Prajabatan

Perlu Edukasi Ekstra dalam Menyadarkan Masyarakat Peduli Sampah (Review Kegiatan World Cleanup Day 2021)